HUT, AJB Bumiputera 1912 Rantauprapat Donor Darah

Memeriahkan hari ulang tahun Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 ke-104, 12 Februari 2016, Kantor Pemasaran Agency (KPA) dan Cabang Prioritas Rantauprapat bakti sosial donor darah yang juga dirangkai berbagai perlombaan.  

Donor darah diikuti 23 pendonor, terdiri dari pimpinan perusahaan, para Area Manager (AM), Unit Manager (UM), Financial Consultant (FC), seluruh pegawai dan karyawan. Lomba yang dilakukan makan kerupuk, lari goni, memasukkan paku ke dalam botol dan joget balon dangdut.

Kepala Cabang AJB Bumiputera 1912 Rantauprapat Nujul A Hasibuan SE AAAIJ didampingi Area Manager (AM) Cabang Prioritas Ardiansyah Sitorus SAg, di sela-sela lomba makan kerupuk dan lari goni, Jumat (12/2), menyebut donor darah dilaksanakan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Labuhanbatu.

"Donor darah merupakan wujud kepedulian AJB Bumiputera 1912 terhadap sesama, karena di usianya yang ke-104, perusahaan asuransi ini telah membuktikan eksistensinya serta ingin senantiasa berada di benak dan hati masyarakat," sebut Nujul.

Dia mengisahkan, Bumiputera berdiri atas prakarsa seorang guru sederhana bernama M Ng Dwidjosewojo, Sekretaris Persatuan Guru-guru Hindia Belanda (PGHB) sekaligus sekretaris I Pengurus Besar Budi Utomo. Dwidjosewojo menggagas pendirian perusahaan asuransi karena didorong rasa keprihatinan mendalam terhadap nasib para guru bumiputera (pribumi). 

Gagasan itu pertama kali dicetuskan pada Kongres Budi Utomo tahun 1910. Kemudian terealisasi menjadi badan usaha, sebagai salah satu keputusan Kongres pertama PGHB di Magelang, 12 Februari 1912.

M Ng Dwidjosewojo bertindak sebagai presiden komisaris menunjuk MKH Soebroto sebagai direktur dan M Adimidjojo sebagai bendahara. Mereka kemudian dikenal sebagai “tiga serangkai” pendiri Bumiputera, sekaligus peletak batu pertama industri asuransi nasional Indonesia. 

Tidak seperti perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT) yang kepemilikannya hanya oleh pemodal tertentu, sejak awal pendiriannya Bumiputera sudah menganut sistem kepemilikan dan kepenguasaan yang unik, yakni bentuk badan usaha “mutual” atau “usaha bersama”.

Semua pemegang polis adalah pemilik perusahaan yang mempercayakan wakil-wakil mereka di Badan Perwakilan Anggota (BPA) untuk mengawasi jalannya perusahaan. Asas mutualisme ini kemudian dipadukan dengan idealisme dan profesionalisme pengelolaannya, merupakan kekuatan utama Bumiputera hingga hari ini. 

Khusus di Labuhanbatu, Nujul menyebut prestasi yang dicapai AJB Bumiputera 1912 Cabang Rantauprapat tahun 2015, total hasil produksi baru mencapai Rp 4.969.683.000,00. Jumlah portofolio (berkas polis) selama tahun 2015 adalah 12.629 berkas. Pertambahan portofolio baru berjumlah 2072 berkas.

Premi income (pendapatan premi) selama tahun 2015 Rp 21.514.229.000. Pembayaran klaim bagi nasabah (pemegang polis) yang meninggal dunia berjumlah Rp899.387.000. Pembayaran klaim pemegang polis yang habis kontrak sejumlah Rp 6.043.343.000.

Pembayaran klaim beasiswa Rp 5.412.694.000 dan untuk pembayaran klaim lainnya Rp3.650.175.000. Total keseluruhan pembayaran klaim yang dilakukan berjumlah Rp16.556.752.000.

“Untuk tahun 2015, kita berhasil menyetorkan premi income sebesar Rp 2.283.594.000 ke kantor pusat di Jakarta,” ujarnya.

Comments

Popular posts from this blog

Ada Pesawat di Dalam Kampus Politeknik Negeri Medan (Polmed)

Labusel Terapkan Retribusi Terminal

Bupati Labuhanbatu Berikan Santunan Kepada Anggota Korpri