Jalur di Paluta dan Labuhanbatu Selatan Memprihatinkan

Jalur Paluta dan Labusel Memprihatinkan
PALUTA -Jalan lintas kabupaten menghubung Padang Lawas Utara (Paluta)-Labuhan Batu Selatan (Labusel) dan Labuhan Batu, Sumatra Utara (Sumut) memprihatinkan. Sejak dibuka jalur ini, tidak pernah disentuh aspal. Sementara jalur ini menjadi idaman warga untuk mengeluarkan komoditi pertaniannya.
Pantauan HorasNews.Com, jalur Hutaimbaru-Sipiongot, Paluta dan Janji Mahanan, Labusel cukup memprihatinkan. Jalur dari Hutaimbaru ke Sipiongot hanya diberi batu sirkut atau krekel. Aksek jalur ini hanya 30 kilometer dari Sipiongot ke Hutaimbaru banyak berlobang.
Begitu juga dengan dari Sipiongot ke Janji Manahan Labusel hanya jalur tanah. Tidak sedikit disepanjang jalur ini banyak kecelakaan dan kendaraan jatuh karena buruknya akses jalan. “Tidak pernah disentuh aspal pak,” ujar Kotib Nasution.
Warga merasa dianaktirikan. Salah satunya akses menuju Pasar Sipiongot-Janji Manahan, Kabupaten Paluta.
Tidak hanya jalan menuju pedesaan, Jalinsum Pasar Sipiongot-Janji Manahan sepanjang 23 kilometer saja masih sangat memprihatinkan. Dari 23 kilometer, sepanjang 4 kilometer tidak pernah tersentuh aspal sama sekali, tepatnya di Dusun Singanyal, Desa Sialang Napa sampai ke Desa Matorkis.
“Kecamatan Dolok ini dibilang belum merdeka. Sudah puluhan tahun lebih jalan ini tidak pernah tersentuh aspal,” ujar Umar Rambe, salah satu warga yang berada di Kecamatan Dolok.
Selama ini, mereka bila ingin mengangkat hasil kebun selalu kewalahan. Biaya transportasi mahal akibat sulitnya medan jalan yang akan dilalui.

Comments

Popular posts from this blog

Ada Pesawat di Dalam Kampus Politeknik Negeri Medan (Polmed)

Labusel Terapkan Retribusi Terminal

Bupati Labuhanbatu Berikan Santunan Kepada Anggota Korpri