Petani Kualuh Hilir Gagal Panen Karena Ratusan Ha Sawah Terendam Banjir
LABURA- Ratusan hektare sawah petani di Desa Sei Sentang dan Kelurahan Kampung Mesjid, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) tergenang banjir akibat curah hujan yang tinggi. Akibatnya para petani merugi bahkan terancam gagal panen.
Zainal, salah seorang petani di Kualuh Hilir mengatakan, curah hujan yang tinggi dan belum baiknya irigasi dinilai menjadi penyebab ratusan hektar sawah petani digenangi air. “Kalau tidak banjir dengan jenis padi IR 64 hasil panen bisa mencapai 5-6 ton per hektar. Karena persawahan digenangi air padi susah diambil dan hasil bisa berkurang hingga 50 persen bahkan ada yang gagal panen,” ujar Zainal, Sabtu (13/2).
Persoalan banjir tidak dapat disalahkan semata pada alam karena curah hujan yang tinggi. Hal ini tidak terlepas dengan tidak adanya pembenahan pembangunan sarana pengairan atau irigasi. “Beberapa tahun lalu pemerintah pernah menjanjikan akan membangun sarana irigasi namun hingga kini janji itu tidak terwujud,” ujar Zainal.
Senada, Ketua Kelompok Tani Kualuh Tani Sawah Lebar Kampung Mesjid, Kecamatan Kualuh Hilir Wahidin Nasution mengatakan, areal persawahan di Kecamatan Kualuh Hilir sangat produktif. Namun karena sistem pengairan (irigasi) belum memadai menyebabkan hasil panen tidak maksimal.
”Petani disini masih mengharapkan hujan turun (tadah hujan). Pada waktu musim tanam sulit mendapatkan air jika musim panen persawahan banjir seperti sekarang ini,” ujar Wahidin.
”Petani disini masih mengharapkan hujan turun (tadah hujan). Pada waktu musim tanam sulit mendapatkan air jika musim panen persawahan banjir seperti sekarang ini,” ujar Wahidin.
Petani pernah mencoba mengikuti program ketahanan pangan dengan pola balik damen (dua kali panen setahun) namun tidak berhasil karena belum didukung sistem irigasi yang baik.”Sekarang ini masa panen namun air di sawah banjir. Kami kesulitan kemana air harus diarahkan pembuangannya sedangkan sarana irigasi masih buruk,” imbuhnya.
Wahidin dan kelompok tani lain berharap kepada pemerintah memberikan perhatian kepada petani untuk membangun sarana irigasi agar hasil panen lebih meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sementara Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kualuh Hilir Gempar Siregar membenarkan ratusan hektar persawahan petani digenangi air karena irigasi belum ada. Menurutnya, belum terealisasinya sarana irigasi karena terkait besarnya anggaran untuk itu.
”Tahun 2013 konsultan dari Medan datang meninjau rencana pembuatan irigasi namun karena besarnya anggaran untuk itu makanya sampai kini belum bisa dilaksanakan. Anggaran membuat irigasi mencapai triliun rupiah karena mulai dari Kuala Bangka dan Sungai Apung airnya dibendung. Kalau sumber air untuk irigasi itu bisa dari Sungai Kualuh dan Aek Kuo namun kendalanya di anggaran,” jelasnya melalui seluler.
Comments
Post a Comment