Labuhanbatu Programkan Penghapusan Pekerja Anak
Anak Labuhanbatu - Kabupaten Labuhanbatu berkomitmen menghapus pekerja anak dan terus mendorong Program Keluarga Harapan (PKH) sebagaimana diamanatkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
Wakil Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe, mengatakan, program pengurangan pekerja anak (PPA) dan PKH merupakan salah satu program yang dapat dijadikan solusi untuk mengurangi jumlah pekerja anak di Labuhanbatu. Kedua program ini merupakan program nasional yang akan dilaksanakan secara berkesinambungan. “Ini melibatkan berbagai instansi pemerintah maupun nonpemerintah, termasuk Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (KAN-PBPTA),” ujar Andi Suhaimi, saat membuka kegiatan sosialisasi kegiatan program PPA-PKH, Rabu (11/5). Andi menjelaskan, sasaran program PPA-PKH adalah pekerja anak yang berasal dari keluarga sangat miskin.
Melalui program PPA-PKH diharapkan secara bertahap dapat mengurangi jumlah pekerja anak yang berasal dari rumah tangga sangat miskin dan putus sekolah. Anak-anak tersebut akan diberikan pendampingan untuk kembali ke dunia pendidikan. “Untuk memenuhi harapan inilah maka saya berharap agar program PPA-PKH dapat dilaksanakan secara optimal, sehingga dapat mendorong peningkatan angka partisipasi belajar bagi anak usia wajib belajar yang putus sekolah dan bekerja agar mereka tetap berada pada sistem persekolahan,” tuturnya.
Sementara Kepala Bidang Pengawasan dan Ketenagakerjaan, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Labuhanbatu, Herlinawati Rambe menyatakan, kegiatan PPA-PKH dalam pelaksanaannya melibatkan instansi terkait, seperti Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Polres, LSM Anak,dan perbankan.
“Kegiatan ini bertujuan mengurangi jumlah pekerja anak yang putus sekolah dari rumah tangga miskin untuk ditarik dari tempat kerja melalui pendampingan di shelter dan dikembalikan ke dunia pendidikan,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, saat ini jumlah anak yang sudah terkumpul sebanyak 42 orang yang berasal dari sembilan kecamatan. Mereka terdiri atas 10 perempuan dan 32 laki-laki. Selama di shelter atau tempat pelatihan, anak-anak didampingi enam orang pendamping yang telah mendapatkan pelatihan dari Kementerian Tenaga Kerja.
“Dengan adanya kegiatan PPA-PKH ini diharapkan dapat mengembalikan anak ke dunia pendidikan dalam rangka menciptakan generasi bangsa yang berkualitas,” ucapnya.
Comments
Post a Comment