Labuhanbatu Alokasikan 2 Miliar Untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk masyarakat yang tergabung dalam kelompok koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam membantu peningkatan modal usaha.
“Untuk tahun 2017 Pemkab Labuhanbatu sudah mengalokasikan Rp2 miliar untuk kelompok kperasi dan UMKM,” kata Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Labuhanbatu, Jarinsen Butar-Butar, di Rantauprapat, Selasa (28/2).
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Labuhanbatu mencatat sudah ada puluhan pelaku UMKM dan beberapa kelompok koperasi yang tertarik untuk mengajukan kredit lunak untuk suntikan modal usahanya.
Minat itu, kata Jarinsen, berasal dari sektor kerajinan, pembuatan roti, pande besi, rumah makan dan lain sebagainya.
Ia menjelaskan, Tahun 2015 Pemkab Labuhanbatu mengalokasikan Rp200 juta dan dikucurkan kepada satu kelompok koperasi. Sementara Tahun 2016 tidak dialokasikan karena masalah kesiapan dana, sedangkan di Tahun 2017 di alokasikan Rp2 milyar dan prosesnya sedang berjalan di masyarakat.
Pihaknya akan meverifikasi secara selektif dokumen pengajuan masyarakat untuk menghindari kredit macet maupun hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kelengkapan berkas akan diserahkan ke perbankan yang sudah ditunjuk dan dananya akan di kirim ke rekening masing-masing pemohon,” katanya.
Dalam mencegah praktik pengumpulan dana secara ilegal dan memilih lembaga keuangan terpercaya, lanjut dia, pihaknya melakukan sosialisasi dan memberi penyuluhan kepada masyarakat maupun anggota koperasi dan UKM dalam memilih lembaga keuangan yang benar.
Sementara Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Mara Munthe, mengatakan,dalam pendistribusian kredit lunak yang diberikan pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UKM kepada masyarakat masih ditemukannya kredit macet.
Ia menilai, target setiap tahun pengembalian kredit lunak yang diberikan Pemkab Labuhanbatu masih belum terpenuhi dan harus diperketat lagi dalam melakukan penseleksian berkas pengajuan dan peninjaun langsung ke lapangan.
Ini masalah diterima dan dikembalikan, apabila baik dan memenuhi target pencapaian, pihak legislatif akan meningkatkan usulan dana koperasi dan UKM kepada masyarakat,” katanya.
“Untuk tahun 2017 Pemkab Labuhanbatu sudah mengalokasikan Rp2 miliar untuk kelompok kperasi dan UMKM,” kata Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Labuhanbatu, Jarinsen Butar-Butar, di Rantauprapat, Selasa (28/2).Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Labuhanbatu mencatat sudah ada puluhan pelaku UMKM dan beberapa kelompok koperasi yang tertarik untuk mengajukan kredit lunak untuk suntikan modal usahanya.
Minat itu, kata Jarinsen, berasal dari sektor kerajinan, pembuatan roti, pande besi, rumah makan dan lain sebagainya.
Ia menjelaskan, Tahun 2015 Pemkab Labuhanbatu mengalokasikan Rp200 juta dan dikucurkan kepada satu kelompok koperasi. Sementara Tahun 2016 tidak dialokasikan karena masalah kesiapan dana, sedangkan di Tahun 2017 di alokasikan Rp2 milyar dan prosesnya sedang berjalan di masyarakat.
Pihaknya akan meverifikasi secara selektif dokumen pengajuan masyarakat untuk menghindari kredit macet maupun hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kelengkapan berkas akan diserahkan ke perbankan yang sudah ditunjuk dan dananya akan di kirim ke rekening masing-masing pemohon,” katanya.
Dalam mencegah praktik pengumpulan dana secara ilegal dan memilih lembaga keuangan terpercaya, lanjut dia, pihaknya melakukan sosialisasi dan memberi penyuluhan kepada masyarakat maupun anggota koperasi dan UKM dalam memilih lembaga keuangan yang benar.
Sementara Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Mara Munthe, mengatakan,dalam pendistribusian kredit lunak yang diberikan pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UKM kepada masyarakat masih ditemukannya kredit macet.
Ia menilai, target setiap tahun pengembalian kredit lunak yang diberikan Pemkab Labuhanbatu masih belum terpenuhi dan harus diperketat lagi dalam melakukan penseleksian berkas pengajuan dan peninjaun langsung ke lapangan.
Ini masalah diterima dan dikembalikan, apabila baik dan memenuhi target pencapaian, pihak legislatif akan meningkatkan usulan dana koperasi dan UKM kepada masyarakat,” katanya.